KHFF Day 1-4

Kotabaru Heritage Film Festival

“Menjaga Warisan, Merayakan Imajinasi”

Kotabaru Heritage Film Festival (KHFF) pertama kali digelar pada tahun 2023, sebagai bagian dari inisiatif yang digagas oleh Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta. Festival ini bertujuan untuk mempromosikan warisan budaya kota-kota di Indonesia melalui media film, sekaligus membuka ruang untuk reinterpretasi tentang apa yang seharusnya dianggap sebagai warisan budaya, baik yang bersifat tangible (berwujud) maupun intangible (tak berwujud). Dengan pendekatan yang inovatif, KHFF menghadirkan rangkaian tontonan film yang tidak hanya mengedukasi, tetapi juga menyajikan pengalaman budaya yang mengalir, menarik, dan mudah dipahami oleh beragam kalangan.

Yetti Martanti

Prakata Kepala Dinas

Yetti Martanti, S.Sos., M.M.

Sebagai bagian dari lanskap budaya Indonesia, Kotabaru Heritage Film Festival (KHFF) hadir sebagai ruang perjumpaan yang memperkuat posisi Yogyakarta sebagai simpul budaya nasional sekaligus destinasi kreatif yang hidup dan berjiwa. Memasuki tahun ketiganya, KHFF telah tumbuh menjadi festival yang melampaui layar. Festival ini mampu menjadi platform yang menggerakkan banyak lini kehidupan, baik budaya, pariwisata, ekonomi lokal, hingga diplomasi antardaerah yang mempererat simpul-simpul nusantara. Dengan menjadikan kawasan cagar budaya Kotabaru sebagai panggung utama, KHFF menghidupkan kembali ruang-ruang bersejarah dan memperluas makna festival film sebagai pengalaman yang hidup. Tidak hanya dikurasi, tetapi festival ini juga dapat dirasakan, dipelajari, dan diwariskan. Tahun ini, bersamaan dengan Rapat Kerja Nasional XI Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025, KHFF juga menjadi titik temu. Perwakilan pemerintah daerah dari berbagai provinsi bertemu dengan ekosistem sinema, pelaku budaya, serta masyarakat Yogyakarta. Semua ini menunjukkan bahwa KHFF merupakan sebuah strategi kebudayaan yang dikerjakan bersama, dengan cinta dan partisipasi, serta mampu menciptakan dampak ekonomi yang nyata, inklusif, dan berkelanjutan. Melihat fungsi festival sebagai ruang berjejaring sekaligus ruang pembentukan perspektif, maka kehadiran KHFF memperkaya ragam pendekatan dalam dunia festival film Indonesia. KHFF mempertegas bahwa festival bukan hanya ajang selebrasi, tetapi juga alat budaya yang membentuk, menghubungkan, dan menyalakan imajinasi kolektif bangsa.
Siska Raharja

Pengantar Festival

Siska Raharja — Direktur Festival

Beragam festival film di Indonesia saat ini tumbuh dengan karakter dan visi yang berbeda-beda. Masing-masing memperkuat fungsi festival sebagai ruang apresiasi, edukasi, serta distribusi gagasan. Kotabaru Heritage Film Festival (KHFF) hadir kembali dengan fokus yang khas, yaitu menjadikan warisan budaya sebagai medan dialog sinematik yang membentuk ekosistem yang dinamis bagi perfilman nasional. Di tengah tantangan digitalisasi hingga marginalisasi warisan lokal, KHFF konsisten menggabungkan lokalitas kawasan Kotabaru sebagai cagar budaya dengan kuratorial program yang reflektif dan progresif. Tidak hanya menjadi titik temu antara film dan penonton, festival film juga memiliki kekuatan untuk menjadi platform perubahan sosial, pendidikan publik, dan inovasi kultural. KHFF memperkuat gagasan ini dalam konteks Indonesia melalui pendekatan yang berakar pada komunitas dan lentur terhadap kolaborasi multidisiplin. Dengan terbukanya ruang dialog internasional tentang pelestarian budaya melalui film, KHFF tahun ini semakin membuka peluang untuk memperluas jejaring dengan menjalin kolaborasi dan menempatkan Yogyakarta dalam peta sinema warisan budaya dunia. Ke depannya, semoga KHFF bisa menjadi salah satu festival yang mempertegas posisi warisan budaya sebagai isu global yang dapat dibicarakan melalui bahasa sinema. Akhir kata, melewati tahun ketiga ini, saya yakin bahwa keberhasilan inovasi KHFF di masa depan akan sangat bergantung pada infrastruktur berbagi, mulai dari pengalaman, praktik baik, hingga strategi bertahan. Semoga KHFF akan terus berkomitmen menjadikan warisan budaya bukan sekadar tema, tetapi juga metodologi kerja sekaligus strategi keberlanjutan.

Catatan Kuratorial

Suluh Pamuji — Direktur Program

Suluh Pamuji
“Kualleangi tallanga na toalia.” Lebih baik tenggelam di lautan daripada kembali ke pantai. Falsafah Bugis-Makassar ini menjadi pijakan KHFF 2026: keberanian untuk menerima bahwa layar telah dibentangkan, sekaligus keberanian untuk terus berlayar ketika kembali bukan lagi pilihan. Memasuki tahun keempat, Kotabaru Heritage Film Festival terus membaca ulang posisi dan perjalanannya. Tahun 2023 adalah introduksi; membangun identitas dengan keyakinan bahwa sedikit berbeda lebih baik daripada sedikit lebih baik. Tahun 2024 adalah interaksi; menempatkan heritage bukan sebagai isolasi, melainkan sebagai hasil dari perjumpaan dan pertukaran. Tahun 2025 adalah penetapan posisi; memandang heritage sebagai perspektif kritis sekaligus objek yang dapat dikritisi. Maka, tahun 2026 bergerak menuju kontekstualisasi. Perjalanan empat tahun ini mungkin belum panjang, tetapi telah cukup untuk menunjukkan bahwa heritage tidak berhenti pada pembedaan antara benda dan tak benda, inventarisasi, pencatatan, maupun formalisasi. Heritage adalah sesuatu yang terus diproduksi melalui relasi antara manusia, ruang, sejarah, ingatan, dan kekuasaan. Karena itu, heritage hari ini juga berhadapan dengan persoalan identitas dan politik kekuasaan, krisis iklim dan keberlanjutan, komersialisasi dan pariwisata, dekolonisasi dan repatriasi, serta living heritage: warisan yang terus hidup, berubah, dan dinegosiasikan oleh masyarakat. Melalui kompetisi, program non-kompetisi, forum, dan aktivasi ruang publik, KHFF 2026 mengajak kita tidak sekadar melihat warisan sebagai sesuatu yang harus dijaga, tetapi mempertanyakan: siapa yang mewarisi, siapa yang menentukan, siapa yang memiliki, dan bagaimana warisan itu dapat terus hidup tanpa kehilangan keberagamannya.

Di Balik Layar Festival

Segenap Tim & Kerabat Kerja

Temui dewan pengarah, kurator, dewan juri, programmer, dan seluruh kerabat kerja yang berkolaborasi mewujudkan KHFF 2026.

Kunjungi Halaman Tim Festival

Lihat Bagaimana Kami Merayakan Imajinasi

Arsip Visual Galeri KHFF